GKN Perlu Aksi Nyata

Published Maret 5, 2011 by Mohara

Wednesday, 09 February 2011 15:37
WASPADA ONLINE

(WOL Photo/Hasnul Ramadhan)
MEDAN – Pemerintah diharapkan dapat menunjukkan aksi nyata untuk menyukseskan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) dengan memberikan sejumlah pelatihan dan bantuan modal usaha bagi berbagai kelompok usaha kecil.

“Secara umum, program GKN itu sangat positif, tetapi perlu aksi nyata,” kata Direktur Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (Pinbuk) Sumatera Utara, Muhammad Ramadhan, di Medan, tadi siang.

Muhammad Ramadhan mengatakan, program GKN itu yang dicanangkan pemerintah itu sangat tepat untuk memberdayakan keberadaan masyarakat dan berbagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dengan program itu, masyarakat diharapkan dapat mencari upaya sendiri dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan mereka. “Selama ini, ‘entrepreneur’ (wirausahawan) kita sangat minim,” katanya.

Namun, agar program itu dapat berjalan dengan sukses, berbagai kelompok masyarakat dan pelaku usaha tersebut harus mendapatkan pelatihan guna meningkatkan kemampuan kewirausahaan.

Muhammad Ramadhan mencontohkan tentang perlunya pengetahuan manajemen pengelolaan usaha dan manajemen pembukuan dalam berwirausaha.

Selama ini, dua pengetahuan utama itu kurang dipahami masyarakat sehingga sering merugi jika membuka sebuah usaha. “Selama ini, hanya sekadar buat usaha saja. Lalu, keuangannya pun pola “manajemen laci”. Tidak jelas berapa uang masuk dan keluar,” katanya.

Jika sudah mendapatkan pengetahuan tentang kiat bisnis, baru berbagai kelompok masyarakat dan pelaku usaha tersebut diberikan modal usaha. “Jangan beri modal tanpa pelatihan, nanti sia-sia,” kata Muhammad Ramadhan.

Khawatirnya lagi, kata dia, modal usaha yang diberikan pemerintah justru tidak berkembang karena masyarakat menggunakannya untuk kepentingan konsumtif disebabkan tidak memahami kiat bisnis yang akan dijalani.

Mungkin, salah satu cara terbaik untuk menyukseskan GKN itu adalah dengan melibatkan kalangan mahasiswa sebagai calon wirausahawan. Sebagai kelompok intelektual, mahasiswa diperkirakan dapat membuat perencanaan usaha secara sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pola seperti itu telah diterapkan di Program Studi Ekonomi Islam IAIN Sumatera Utara melalui program “Usaha Mandiri Mahasiswa” (UMM) dengan memberikan modal dalam jumlah tertentu.

Dari penilaian yang dilakukan, program itu cukup berhasil sehingga alumni program studi tersebut banyak yang menjadi wirausahawan. “Lagi pula dengan program itu, mereka tidak sibuk menjadi PNS atau mencari kerja jika sudah sarjana,” katanya.

Sebelumnya, ketika meluncurkan GKN) di Gedung Smesco Jakarta, Rabu (2/2), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, peluang bagi wirausaha dan calon wirausaha di Indonesia masih terbuka lebar karena Indoensia mempunyai sumber daya alam yang besar.

Indonesia, kata Presiden, juga mempunyai sumber daya manusia yang besar dengan anatomi demografi yang baik di mana jumlah penduduk produktif di Indonesia tinggi.

Sementara itu, Ketua Tim Koordinasi Nasional Pengembangan Wirausaha Kreatif Kementerian Koordinator Perekonomian Handito Joewono mengatakan, pemerintah menargetkan munculnya calon wirausaha minimal 500 ribu orang dalam empat tahun kedepan.

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=173864:gkn-perlu-aksi-nyata&catid=14:medan&Itemid=27

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: